Gedung Baru, Semangat Baru Mahasiswa Dakwah
Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya khususnya Mahasiswa Fakultas Dakwah (FD) akhir-akhir ini terkendala dengan aktifitas perkuliahan karena adanya kegiatan renovasi pembangunan Gedung FD yang dilaksanakan sejak awal bulan November kemarin, sehingga minat Mahasiswa untuk belajar secara aktif sangat sulit dikarenakan minimnya tempat pembelajaran.
Download Film The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 (2012) Subtitle Indonesia
Setelah dibawa kembali dari dekat-kematian oleh Edward setelah melahirkan, Bella mulai kehidupan baru sebagai seorang vampir dan ibu ke anak perempuan mereka, Renesmee. Tapi ketika Irina, seorang anggota coven Denali, keliru melaporkan Renesmee sebagai bayi manusia yang telah digigit dan berubah menjadi vampir ke Volturi.
Pulau Sempu, WOW !
Vacation with EiAk - Dari tepi Pantai Sendang Biru, Malang yang terlihat hanyalah pulau kecil dengan hamparan hutan hujan. Seberangi dan jelajahilah hutannya, karena itu adalah surga di Pulau Jawa!
Peluncuran dan Diskusi Buku Kepemimpinan SBY
Surabaya, Peluncuran buku yang berjudul memimpin di era politik gaduh berlangsung di Auditorium IAIN Sunan Ampel Surabaya (04/12). Buku ini ditulis oleh Zaenal A. Budiyono, SIP selaku Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Publikasi dan Dokumentasi.
HypnoTherapy bukan sekedar Hipnotis
Surabaya - Rabu (24/10) Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya menyelenggarakan acara HypnoTherapy, bertemakan Membangun Karakter Building serta Mind Technology. Dengan mendatangkan 2 Narasumber Profesional yang berkecimpung di dunia Hypnotherapy.
Minggu, 28 Februari 2010
Download E-book Gratis | E-book Islam | Artikel Harun Yahya
Rabu, 13 Januari 2010
Imlek Feat Ajaran Islam
di Indonesia, berawal dari kebebasan yang diberikan Presiden Abdurrahman Wahid tahun 2000, penetapan libur fakultatif oleh Menteri Agama tahun 2001, hingga penetapan libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri melalui SK Presiden RI No 19, April 2002. Hal ini, merupakan kebijakan yang toleran dan menempatkan etnis Tionghoa setara dengan warga Negara Indonesia lainnya. Keputusan pemerintah ini sejalan dengan proses reformasi, setelah pada periode Orde Baru, Soeharto melakukan represi yang mendeskriminasi etnis Tionghoa. “Pemerintah Orde Baru, lewat Instruksi Presiden No. 14/1967, dengan tegas melarang segala bentuk kegiatan agama, kepercayaan, dan adat istiadat Tionghoa. Alasannya, yakni jika berbagai kegiatan tersebut tetap dilakukan, ditakutkan para warga keturunan Tionghoa lebih pro pada Negara asalnya dibanding pada Indonesia”.
Asal Mula
Dalam sejarah, Tahun Baru imlek muncul dari tradisi masyarakat agraris Tiongkok. Para petani yang kehidupannya tergantung kondisi alam mempunyai perhitungan sendiri untuk penanggalan yang disesuaikan dengan pola musim tanam. Hari raya imlek (Yinli Xinnian) jatuh tanggal 1 bulan 1 tahun imlek berdasarkan perhitungan peredaran bulan, dikombinasikan dengan perhitungan peredaran matahari dan pergantian musim dari musim dingin ke musim semi. Kalendernya disebut nungli, berarti kalender untuk petani.
Pendapat lain menyebutkan, Imlek didasarkan perpaduan perhitungan peredaran bulan dan matahari (lunisolar). Penanggalan ini memiliki konsekuensi tiap 19 tahun dilakukan tujuh kali penambahan atau penyisipan satu bulan pada tahun tertentu, agar jumlah hari per tahun dalam kurun tertentu sama dengan system solar. Menjelang Imlek biasanya turun hujan, bany
ak buah, dan juga panen hasil pertanian lain. Hal inilah, yang disyukuri petani, karena selain panen, masa itu baik untuk menanam kembali untuk musim berikutnya. Dengan demikian, selain suasana syukur, Imlek juga munculnya harapan baru untuk masa depan (musim) yang lebih baik.Dari daerah aslinya, suasana perayaan Imlek adalah benar-benar pesta rakyat menyambut datangnya musim semi, lalu bersama-sama sambil menari-nari mananam kembali sawah dan kebun dengan tanaman sambil berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa memohon berkat yang berkecukupan. Jadi, perayaan
Imlek ini sebenarnya dilakukan oleh seluruh rakyat, bukan dominasi agama tertentu, karena memang perayaan untuk menyambut datangnya musim semi. Belakangan, perayaan Imlek juga dilaksanakan di masjid-masjid. Tentu saja, ini dilakukan oleh warga muslim Tionghoa. Tahun 2003, warga muslim Tionghoa di Yogyakarta pernah melaksanakan perayaan di masjid. Pelaksanaan Imlek di masjid itu dilakukan setelah mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yogyakarta yang memberikan izin kepada Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) untuk melakukan kegiatan Imlek di Masjid Syuhada, Kota Baru. Bagi mereka, imlek di pandang bukan sebagai ritual suatu agama tertentu Konghucu, misalnya, tetapi merupakan ungkapan syukur pergantian tahun.Di era modern ini, tampaknya telah terjadi sebuah pergeseran makna Imlek. Selama ini, ucapan selamat yang populer berbunyi “gong xi fa cai”. Ucapan ini berarti “semoga tambah kaya” dalam dialek Guangzhou. Sebetulnya, jika ditilik dari asal mula dan sejarahnya di atas, ucapan di kalangan orang Tionghoa yang dahulu, berbunyi “sin cun kiong hi” yang artinya, “selamat memasuki musim semi” (xin chun gong xi). Hal ini, terjadi sejalan dengan budaya dagang di kalangan Tionghoa yang mementingkan akumulasi kekayaan, maka ucapan Gong Xi Fa Cai memang agaknya lebih tepat. Walaupun sebetulnya, pada hari yang membahagiakan ini apa saja boleh diucapkan. Tambah bahagia, tambah kaya, tambah panjang umur, atau yang lain.
Sebenarnya, dalam tradisi masyarakat Tionghoa, yang paling penting dalam perayaan imlek ini adalah kembalinya makna keluarga. Berbagai macam ucapan di atas, hanya untuk mengiringi sebuah kegembiraan yang lebih dalam lagi, yaitu kegembiraan menjadi bagian satu keluarga. Dalam tradisi Tionghoa yang sudah berumur 4000 tahun, “keluarga” atau “jia” mempunyai kedudukan sentral. Bagi masyarakat Tionghoa, keluarga bukan hanya lingkungan tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, tetapi juga kiblat atau koordinat tempat ia berpijak untuk mengarungi samudra kehidupan. Dari keluarga, ia mendapatkan bantuan apa saja : moral, spiritual dan material, sedemikian erat hubungan dalam keluarga, sehingga tidak jarang muncul ekses-ekses ke arah nepotisme.
Perayaan Tahun Baru Imlek pada intinya perayaan anak-anak yang ingin menunjukkan xiao (bakti) mereka kepada leluhur. Semua anak, cucu, dan semua saja yang masih mempunyai hubungan darah, datang berkumpul untuk bertemu. Arwah leluhur memang dido’akan dari waktu ke waktu, tetapi sembahyang pada kesempatan Pesta Musim Semi inilah yang paling besar dan paling resmi dilakukan oleh seluruh anggota keluarga. Semua orang akan berusaha sekuat tenaga untuk pulang ke kampong halaman untuk merayakan xin nian (tahun baru).
Tradisi Imlek agaknya tidak berbeda dengan kultur mudik yang hanya ada dikalangan muslim Indonesia. Mudik adalah kembali kepada keluarga dirumah asal. Merayakan hari raya bersama, saling meminta maaf dan mendo’akan. Sekaligus untuk menunjukkan bakti yang menjadi manifestasi ajaran birr al-walidain (bakti kepada kedua orang tua) dalam islam.
Masjid Cheng Hoo Surabaya

Masjid ini merupakan masjid pertama di Indonesia yang bernuansa arsitektur Tiongkok. Masjid ini dibangun atas keinginan masyarakat muslim Tionghoa di Indonesia untuk memiliki sebuah masjid dengan gaya Tionghoa, untuk lebih mempertegas budaya Tionghoa.
Begitu melihat bangunan ini, melalui bentuk atapnya dan warna yang mendominasi bangunannya, kita akan berfikir bahwa bangunan ini adalah sebuah kuil. Namun, begitu kita lihat dengan seksama, di puncak mahkota dapat kita lihat tulisan kaligrafi Allah layaknya masjid-masjid kebanyakan. Kemudian, terlihat juga ukiran kaligrafi pada lubang penghawaan yang berbentuk bundar, serta keberadaan bedug dan mihrab pada bangunan ini.
Masjid kecil ini memiliki konsep yang sarat dengan makna. Bentuk bangunan yang bergaya Tiongkok dan dipadukan dengan budaya Jawa, menggambarkan sikap hidup Laksamana Cheng Hoo yang bergaya hidup masyarakat kosmopolitan, penuh toleransi dan harmoni. Perpaduan ini dapat kita lihat melalui bentuk atap utama yang berbentuk pagoda (budaya India kuno) segi 8 (dalam perhitungan Tionghoa angka 8 berarti keberuntungan) dan berlapis 3 (budaya Hindu Jawa). Nuansa Tiongkok pada atapnya semakin terasa dengan coraknya dan warna yang didominasi oleh warna hijau, merah, dan kuning. Bentuk atap ini juga merupakan hasil adaptasi dari masjid Niu Jie di Beijing.
Komposisi bangunan dan lahannya juga memiliki makna tertentu. Ukuran masjid yang imut ini terlihat sangat mencolok, karena berada di tengah lahan yang luas, tampil bak kapal Admiral Cheng Hoo yang membelah samudra luas.
Ukuran podium yang kecil (9m x 11m) juga ternyata memiliki makna. Angka 11 di ambil dari ukuran Ka’bah di Mekkah. Sedangkan, angka 9 melambangkan jumlah Wali Songo, Sembilan wali yang menyebarkan ajaran islam di Indonesia.
Warna merah, hijau, biru, dan kuning yang mendominasi masjid ini juga ternyata memiliki makna tertentu. Warna-warna ini sering digunakan pada bangunan Tiongkok kebanyakan. Dominasi warna-warna ini membuat nuansa Tiongkok semakin kental pada masjid ini. Dalam kepercayaan Tionghoa, masyarakatnya percaya bahwa warna merah melambangkan kebahagiaan, biru melambangkan harapan, kuning melambangkan kemasyhuran, dan hijau melambangkan kemakmuran.
Jumlah anak tangga yang berada di dalam dan luar masjid juga tidak sama. Di dalam masjid berjumlah 6, sedangkan di luar masjid bejumlah 5. Ternyata, jumlah anak tangga yang berbed ini sengaja dibuat oleh arsirteknya. Jumlah kedua anak tangga ini melambangkan jumlah rukun iman dan rukun islam yang dimiliki umat islam.
Masjid yang dibangun tanpa pintu ini, juga melambangkan sikap Laksamana Cheng Hoo yang penuh dengan keterbukaan dan menyambut kedatangan siapapun dengan latar belakang apapun dengan baik. Keterbukaan masjid ini juga demikian, siapapun dengan latar belakang apapun yang dimiliki dapat memasuki masjid ini.
Masjid yang grand opening-nya pada tanggal 28 Mei 2003 dan dibuka oleh Menteri Agama RI pada saat itu, juga menghadirkan sebuah penghargaan dari MURI atas prestasi sebagai “Pemrakarsa dan Pembuat Masjid Ber-arsitektur Tiongkok”. Tentu prestasi yang membanggakan.


22.18
EiAk Brother

